<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d4385675841918878097\x26blogName\x3dakuyika\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://selipartinggi.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_GB\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://selipartinggi.blogspot.com/\x26vt\x3d-5515443262363946682', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
yika Diary talking links credits
MUSIC

Stop it when its annoy u


Disclaimer



Archives

Recent Posts
lamenyerrr..
Hargai matamu teman :)
pertama kali berniaga di bazar ramadhan..
Trial Exam SPM..
Bergaduh dengan PELAKON WANITA TERBAIK SMKPP
Semua
Top 10 most favourite foods.Pasta please(any pasta...
apeape aje :)
Bff no more :(
Attention!


Date back by month
April 2009
May 2009
June 2009
July 2009
August 2009
April 2010
Thursday, 30 April 2009 @ 03:48
`girls language

If I dont call you
[Its because I'm waiting for you to call me]


When I walk away from you mad
[Follow me]


When I stare at your mouth
[Kiss me]


When i push you or hit you
[Grab me and dont let go]

When i start cussing at you
[Kiss me and tell me you love me]

When I'm quiet
[Ask me whats wrong]

When i ignore you
[Give me your attention]

When i pull away
[Pull me back]

When you see me at my worst
[Tell me I'm beautiful]

When you see me start crying
[Hold me and tell me everything will be alright]

When you see me walking
[Sneak up and hug my waist from behind]

When i'm scared
[Protect me]

When i lay my head on your shoulder
[Tilt my head up and kiss me]

When i grab at your hands
[Hold mine and play with my fingers]

When i tease you[Tease me back and make me laugh]

When i dont answer for a long time
[reassure me that everything is okay]

When i look at you with doubt
[Back yourself up]

When i say that i like you
[I really do more than you could understand]

When i bump into you
[bump into me back and make me laugh]

When i tell you a secret
[keep it safe and untold]

When i look at you in your eyes
[dont look away until i do]

When i miss you
[i'm hurting inside]

When you break my heart
[the pain NEVER really goes away]

When i say its over[
[i still want you to be mine]





Tuesday, 28 April 2009 @ 03:40
`45 things a girl wants but won't ask for

1. Touch her waist.
2. Actually talk to her.
3. Share secrets with her.
4. Give her your jacket.
5. Kiss her slowly.
Are you remembering this?
6. Hug her.
7. Hold her.
8. Laugh with her.
9. Invite her somewhere.
10. Hangout with her and your friends together.
KEEP READING ..
11. Smile with her.
12. Take pictures with her.
13. Pull her onto your lap.
14. When she says she loves you more, deny it. Fight back.
15. When her friends say "I love her more than you", deny it. Fight back and hug her tight so she can't get to her friends. It makes her feel loved.
Are you thinking of someone?
16. Always hug her and say I love you whenever you see her.
17. Kiss her unexpectedly.
18. Hug her from behind around the waist.
19. Tell her she's beautiful.
20. Tell her the way you feel about her. One last thing you need to do to show her you actually do mean it.
21. Open doors for her, walk her to her car - it makes her feel protected, plus it never hurts to act like a gentleman.
22. Tell her she's your everything - only if you mean it.
23. If it seems like there is something wrong, ask her - if she denies something being wrong, it means SHE DOESN'T WANT TO TALK ABOUT IT - so just hug her.
24. Make her feel loved.
25.Kiss her in front of OTHER girls you know! WE MIGHT DENY IT BUT WE ACTUALLY LIKE AND KINDA WANT YOU TO TICKLE US ..
26. Don't lie to her.
27. DON'T cheat on her.
28. Take her ANYWHERE she wants.
29. Text message or call her in the morning and tell her have a good day at school, and how much you miss her.
30. Be there for her whenever she needs you, and even when she doesn't need you, just be there so she'll know that she can always count on you.
ARE YOU STILL READING THIS? YOU BETTER, BECAUSE IT'S IMPORTANT.
31. Hold her close when she's cold so she can hold you too.
32. When you are alone hold her close and kiss her.
33. Kiss her on the cheek; (it will give her the hint that you want to kiss her).
34. While in the movies, put your arm around her and then she will automatically put her head on your shoulder, then lean in and tilt her chin up and kiss her lightly.
35. Don't ever tell her to leave even jokingly or act like you're mad. If she's upset, comfort her.
REMEMBER ALL THESE THINGS WHEN YOU ARE WITH HER NEXT ..
36. When people diss her, stand up for her.
37. Look deep into her eyes and tell her you love her.
38. Lay down under the stars and put her head on your chest so she can listen to the steady beat of your heart, link your fingers together while you whisper to her as she rests her eyes and listens to you.
39. When walking next to each other grab her hand.
40. When you hug her, hold her in your arms as long as possible.
MAKE SURE SHE KNOWS SHES LOVED.
41. Call or text her at night to wish her sweet dreams.
42. Comfort her when she cries and wipe away her tears.
43. Take her for long walks at night.
44. Always remind her how much you love her.
45. Sit on top of her and tell her how much you love her and then bend down to her face and kiss her while you're sitting on her.You'll never know when she needs just a little more love ..





Sunday, 5 April 2009 @ 06:14
`reunion kem bina sahsiah dan kaitannya :)








video
inilah teman2 ako kat kem bina sahsiah toh...



kem ni besh gile oh...kem nih berlangsung selama 21 hari tp nih sume gmbr mse reunion ajeh,tp law video kem btol2 lah ...law nk tgk gmbr tgk kat ms ajeh eh?mls nk uploud lew...hope enjoy yaw!



































Thursday, 2 April 2009 @ 23:57
`iluvislam.com

Aku lontarkan pandangan pada buih-buih putih. Buih demi buih. Ku alih pula pada ombak yang beralun, menghempas pantai. Setia, ombak dan pantai, bagai janji yang dipateri. Setiap masa ombak merindui pantai yang setia menanti. Aku larikan pula bebola mataku pada camar yang berterbangan, sekali-sekala menyambar ikan-ikan kecil di laut, kemudian terbang bebas di angkasa. Ku usir pasir di kaki dengan hujung kasut, halus bersinar bila disinari matahari. Bebola yang bersinar lembut di ufuk timur menyenangkan. Ku berterima kasih pada redup pohon rhu yang menaungiku. Kadang-kadang daun-daun kering berguguran menimpaku. Disapa pula bayu laut yang lembut, menenangkan. Sungguh, alam ciptaan Allah yang amat indah. Saling melengkapi. Pantai ini tidak pernah berubah, masih tetap cantik. Tidak teracun dengan pembangunan yang menggila, tetap setia menerima pengunjung. 5 tahun lalu, pantai ini sama seperti ini, yang bezanya peristiwa. Bezanya sejarah yang tak dapat diubah. Pantai ini pantai yang bernastolgia. Pantai ini berserakan dengan memori yang tak pernah aku cuba cantum. Biarlah ia begitu. Biarlah aku menikmati, mengutip memori demi memori, kemudian aku ketawa dan menangis. Pantai ini pantai yang bermakna. Pantai inilah yang merubah detik-detik sejarah hidupku. Memori yang tak akan ku padam sampai bila-bila. Biarlah ia sentiasa segar, sentiasa mekar. Sama seperti hari ini, di atas bongkah batu besar di bawah pohon rhu yang teduh, 5 tahun lalu, aku duduk di sini. Sejak pagi lagi aku sudah berada di sini. Aku tunggang VR 125 sebelum menjamah sarapan pagi, membuatkan dahi mamaku berkerut. Pertanyaan mama ku biarkan tanpa jawapan. Hatiku pecah berderai, bagai kaca dihempas ke batu. Aku dapat rasakan hatiku bagai disiat-siat. Pedih. Sungguh pedih kekecewaan ini. Aku kemudiannya mengheret kakiku tanpa arah tujuan. Menyusuri pantai yang panjang. Aku cuba lontarkan kekecewaan ini ke tepi laut untuk melepaskannya, tapi aku tak mampu. Masakan kasih yang dibina kukuh sebelum ini boleh ku lupakan begitu sahaja. Bolehkah janji sebelum ini dilupakan begitu sahaja?? Letih mengheret kaki menyusuri pantai, akhirnya aku memilih untuk duduk di atas sebongkah batu besar yang teduh diredupi sepohon rhu tua. Aku masih tidak dapat menerima apa yang sudah berlaku. Aku teresak-esak di atas bongkah batu bagaikan seorang kanak-kanak. Aku tenggelam dengan esakanku. Ajaibnya air mataku bagai tidak kering-kering mengalir membasahi pipiku yang sudah lencun. Aku teresak dan terus teresak sambil kutekupkan kedua tanganku di muka. Aku bagaikan berada di awang-awangan, dalam duniaku yang tersendiri. Aku terus hanyut. Hanyut dalam tangisanku. “Assalamualaikum” Satu suara lembut memberi salam kedengaran dari sebelah kananku. Aku angkat mukaku. Kelihatan seorang gadis tersenyum memandangku. Aku kira dia tua sedikit daripadaku melihatkan wajahnya yang kelihatan matang. “Waalaikumussalam” Jawabku acuh tak acuh. “Boleh saya duduk?” Gadis itu memohon kebenaran untuk duduk di sebelahku. “Duduklah, lagipun bukan saya punya”. Aku masih acuh tak acuh. Lantas gadis itu duduk di sebelahku. Kemudian dia senyap, pandangannya di lontar jauh ke tengah laut. Kemudian bibirnya seolah-olah menguntum senyum. Dia seolah-olah menikmati keindahan alam yang indah ini. “Cantikkan?” Gadis itu tiba-tiba bersuara setelah beberapa ketika mendiamkan diri. “Hmm?” Aku kurang jelas dengan soalannya. “Cantikkan alam ini? Ombak itu..” tunjuknya pada ombak yang beralun. “Alunan ombak seolah-olah menggambarkan hidup manusia, ada ketika gembira, ada ketikanya juga akan berduka. Ia sama, kerana keduanya akan terpampan pada pantai yang setia. Begitu juga manusia, duka itu akan ada akhirnya jua”. Aku tersentap. Gadis itu seolah-olah dapat membaca pemikiranku. “Siapa awak ni?” Aku sangsi dengan kewujudan gadis ini. “Maafkan saya kerana terlupa memperkenalkan diri. Saya Izzah”. Dia tersenyum ikhlas sambil menghulurkan tangan. “Rieyn, Adrina” Tangannya ku sambut ragu-ragu. “Boleh kita sama-sama lalui ujian ini?” Dia tersenyum memandangku menyerlahkan keikhlasannya. Aku merenungnya tanpa kata. Aku tarik panjang nafasku kemudian ku lepas beransur-ansur. Gadis ini bagaikan mengetahui apa yang bergolak di hatiku. “Luka di hati ini tak sama dengan luka fizikal. Luka fizikal dapat dirawat, tapi luka di hati ini terus begitu”. Ujarku lemah sambil menggigit bibir. Entah bagaimana aku mempercayai Izzah. Naluriku mengatakan dia gadis yang punyai prinsip. “Ujian bukannya untuk kita larikan diri, tetapi ujian adalah tarbiyah dari Allah, untuk kita lalui, kerana di sebalik ujian itu tersimpan sejuta hikmahnya”. Tenang Izzah menuturkan kata. “Tapi hati ini terlalu kecewa. Hati ini bagai dirobek belati”. Aku menggagahkan diri untuk bersuara. Rasanya terlalu pedih untuk aku luahkan. Air mata kurasakan kembali bergenang. Perasaanku kembali bergelora bagaikan ombak di lautan. “Sebenarnya dah lama Izzah perhatikan Rieyn. Sejak Rieyn datang ke sini lagi. Izzah perhatikan Rieyn berjalan-jalan seorang diri di tepi pantai. Bila puas, Rieyn duduk kat batu ni kan?”. Izzah terangkan dengan jelas. Dan aku mula bercerita kepada Izzah. Saya kenal Zamri setahun lalu. Dia boleh dikategorikan sebagai lelaki pilihan perempuan. Tinggi dan berwajah tampan. Orangnya juga bijak dalam pelajaran. Saya antara ramai wanita yang cuba mendampingi Zamri. Entah macam mana Zamri memilih saya sebagai temannya. Perhubungan saya dan Zamri mula intim dari hari ke hari. Tidak sah satu hari tanpa ber ‘sms’ dan telefon. Zamri seorang yang pandai mengambil hati. Dia selalu membeli hadiah untuk saya. Dia juga berjanji untuk menjaga saya sebaik mungkin. Kami digelar pasangan paling ideal di sekolah. Paling penting kami saling menyayangi. Pantai ini selalu menjadi saksi janji kami. Saban minggu pantai ini menyambut kedatangan kami. Bersama kami melihat alunan ombak menghempas pantai lalu menghasilkan buih-buih putih. Juga kami berkejaran riang di gigi air mengutip kulit-kulit siput. Saya merasakan bahagia menyelubungi kami. Kami saling berjanji untuk sehidup semati. “Dalam usia semuda ini?” Izzah menyampuk ceritaku. “Ya, kami saling berjanji sehidup semati. Usia bukanlah penghalang kami. Kami mahu berjanji setia pada hari kekasih. Hari yang semua pasangan kekasih menyambutnya”. Sambungku. “14 Februari? Bukankah hari ini?” Izzah bagaikan tidak sabar. Tapi aku meneruskan ceritaku tanpa mempedulikan soalan Izzah. 14 Februari. Hari Valentine. Kami sudah berjanji untuk menyambutnya di sini. Di pantai yang indah ini. Tapi rupanya betullah kata orang-orang tua, kusangka panas sampai ke petang rupanya hujan di tengah hari. Zamri gagal saya hubungi sejak minggu lepas. Telefon bimbitnya dimatikan. Saya tiada nombor telefon rumahnya. "Biar saya yang telefon awak." Dia selalu berkata begitu apabila saya meminta nombor telefon rumahnya. Dia telefon saya menggunakan telefon bimbitnya. Rumahnya juga tidak diberitahu kepada saya. Nanti tiba masanya saya akan tunjukkan. Dia menuturkan begitu apabila bertanyakan rumahnya. Tapi saya positif, mungkin dia tidak mahu diganggu. Hingga ke hari inilah dia tidak dapat dihubungi. Dan kerana itulah saya di sini. Aku menamatkan ceritaku pada Izzah. “Saya mengerti perasaan awak. Setiap insan mempunyai fitrah untuk menyayangi dan disayangi”. Izzah berespon segera. “Tapi saya rasakan saya ditipu. Perasaan saya dipermain-mainkan”. Aku meluahkan perasaan yang bersarang di lubuk hati. “Rasulullah juga punyai perasaan menyayangi dan disayangi. Cintanya pada Khadijah, isteri Baginda tiada tolok bandingnya. Khadijahlah yang banyak menemani Baginda melalui ranjau perjuangan. Khadijahlah yang member perangsang kepada Baginda. Kasih sayang Khadijahlah menyelimuti hati Baginda tika keluh kesah”. Izzah pula bercerita. “Betulkah begitu?” Aku menyoal kehairanan. Tidak pernah cerita ini diperdengarkan kepadaku. “Islam tidak menghalang kasih sayang. Buktinya ditunjukkan melalui Rasulullah s.a.w. Baginda menangis tika Khadijah meninggalkan alam ini. Sehinggakan tahun pemergian Khadijah digelar Tahun Berkabung. Kita boleh berkasih sayang tetapi jangan kita melanggar batas batasan agama kita”. Luncur Izzah menuturkan bicara. “Islamlah cara hidup yang memenuhi fitrah manusia. Semua kehendak manusia dapat dipenuhi oleh Islam”. Izzah tersenyum memandangku. Hatiku terkesan dengan kata-kata Izzah tadi. Selama ini tiada orang yang berbicara topik ini denganku. Baba dan mama? Baba sibuk dengan politiknya. Lobi sana, lobi sini. Tabur duit sana, tabur duit sini. Wakil rakyat penggal depan sasarannya. Mama pula sibuk dengan persatuan wanitanya. Lawatan sana sini. Setiap hujung minggu ada aktiviti. Tinggallah aku keseorangan di rumah dengan Mak Cik Kiah, pembantu rumahku. Abangku di IPT. Adikku di sekolah berasrama penuh. “Mahukah Rieyn bersama kami?” Izzah bersuara setelah melihat aku diam sejenak. “Awak buat apa kat sini sebenarnya? Awak datang dengan siapa lagi?” Aku inginkan kepastian. “Saya datang bersama kawan-kawan. Sebenarnya kami ada perkelahan. Kalau Rieyn nak sertai kami bolehlah. Kat hujung sana tu..” ujar Izzah sambil menunjukkan tapak perkhemahannya. “Boleh juga” Cepat aku menyatakan persetujuan. Aku sebenarnya ingin mengenali Izzah dengan lebih rapat. Gadis ini nampaknya punyai banyak keistimewaan. Lantas aku telefon mama. Maklumkan aku tidak balik rumah malam ini. Mama diam tanpa kata. Bukan kali pertama aku tidur di luar. Lantas aku mengatur langkah-langkah mengikuti Izzah ke perkhemahannya. Alangkah terkejutnya aku, kesemua mereka bertudung labuh. Aku ingatkan Izzah seorang sahaja yang bertudung labuh dan berjubah. Satu fenomena baru bagiku. Sekumpulan gadis berjubah dan bertudung labuh berkelah! Setahu aku golongan seperti ini amat terbatas pergerakan. Jubah dan tudung labuh itu bagai memenjara fizikal dan mental. Namun hari ini anggapanku sebelum ini silap. Tudung labuh bukanlah membataskan aktiviti seharian. Bahkan mereka sangat peramah dan berlemah lembut. Musyrifah, Husna dan ramai lagi menghulurkan salam ukhwah kepadaku. Aku jadi malu. Aku tidak bertudung! Aku pakai t-shirt! Aku berseluar jeans! Gaya ranggi wanita moden! Namun mereka tidak memandang aku lain dari mereka. Aku dilayan bagaikan seorang puteri. Ombak berderu menghempas pantai mematikan kenanganku. Itu cerita 5 tahun lalu. Detik-detik yang merubah perjalanan hidupku. Tarikh yang ku ingati bukan kerana Valentine, yang kemudiannya baru aku dapat tahu umat Islam tidak menyambutnya kerana ia merupakan perayaan penganut Kristian untuk mengingati seorang paderi yang giat menyebarkan agama Kristian hingga ke akhir hayat. Izzah tidak pernah mengerti erti putus putus asa dalam membimbingku ke jalan yang benar. Izzahlah yang mengajarku berjemaah. Mengajarku erti tadhiyyah dalam berjuang. Izzahlah yang mengajarku erti perjuangan. Izzahlah yang mencelikkan mataku terhadap penderitaan umat Islam di Palestin, di Iraq, di Afghanistan, di Kaashmir. Juga di sini. Aku melalui ujian yang mencabar tetapi inilah ganjaran untuk mereka yang memilih jalan ini. Aku dapat rasakan usiaku sepanjang perjuangan. Aku teringat kata-kata Syed Qutb, pejuang yang syahid di tali gantung. Katanya “orang yang hidup untuk perjuangan tidak akan merasa pendek dengan umurnya, kerana umurnya sepanjang perjuangan yang akan berterusan”. Hari ini, di pantai ini aku memakai tudung hijau sutera Turki bercorak fauna berserta jubah juga berwarna hijau. Warna kesukaan Rasulullah. Tudung dan jubah ini sebenarnya hadiah dari Izzah sempena persahabatan kami pada saat pertama kali kami bertemu 5 tahun yang lalu. Lambang perjuangan katanya. Buat Izzah, aku nukilkan kembali seuntai kata yang aku temui semasa menatap sebuah majalah. Mungkin penulisnya mendedikasikan buat kekasihnya, tapi tidak mengapa rasanya aku menukilkan buat sahabat seperjuangan.

Hari ini sekali lagi aku menitiskan air mata di pantai yang indah ini. Air mata kali ini bukanlah air mata yang sia-sia. Air mata buat sahabat seperjuangan yang pergi meninggalkan aku buat selama-lamanya. Izzah pergi menemui Pencipta. Saban tahun aku pasti ke sini. Mengutip memori yang berserakan. Memori yang akan ku pastikan terus segar di hatiku. Izzah, pengorbananmu semulia namamu. Tinggallah aku meneruskan perjuangan…





@ 00:51
`2009 new blog bebeh.


hey there..
aku Siti Nur Atikah Binti Abdul Rahim

panggil aku yika

umo ku 17 tahun

bakal duduki peperiksaan Sijil Pelajaran Tinggi Malaysia 2009

tinggal kat KL

ini antara watak-watak yg telah menceriakan dan mendukakan hari hari ku..

Encik Abdul Rahim & Puan Hamenah

akak; siti nur sakinah (nur)

adek sec; siti nur raihanah(rara)
adek last; siti nur wahidah

sec mum; Puan Norihan

adek 1st; siti nur hanani safiah binti abdul rahim(hunny)

adek 2nd; haziq aqwa bin abdul rahim(ajiq)

adek 3rd;razim ariffin bin abdul rahim(ipin)

chentahati selamanye; syed umar mokhtar bin syed muhd ridzuan(argon)

teman baik; nur aniza binti idris(niya)

lesbo terhormat;khalidah binti kamsah(ehyka)

teman rapat; siti nur ain binti ali(ain)

teman 1st;ahmad shazwan bin ahmad syawal(abg munky)

teman 2nd; ahmad arshad al-aniq bin anirad(acuyd)


panjangkan mukadimah aku?

sesungguhnya aku amat bangga dpt tulis n ingat name2 yg diatas ini...

anda antara yg istimewa...

peace :)